Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Yuk Kendalikan Emosi Diri


Di dalam diri setiap manusia pasti memiliki yang namanya emosi, karena emosi merupakan ekpresi dan luapan perasaan seseorang, baik rasa senang, sedih, ataupun marah. Jika manusia tidak memiliki emosi, coba bayangkan apa yang terjadi? Pasti akan menjadi manusia yang datar tanpa memiliki ekspresi. Oleh karena itu, emosi yang dimiliki tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa untuk dikontrol dengan banyak belajar cara mengendalikan diri.

Seseorang yang tidak bisa mengendalikan emosinya akan meluapkan perasaannya secara berlebihan, apalagi jika ia merasa marah, orang disekitarnya pun akan terkena imbasnya. Selain dinilai kurang baik oleh banyak orang, orang yang mudah emosi juga akan mempengaruhi kesehatan dirinya sendiri yang akan menimbulkan kerugian untuk dirinya.Jika seseorang mudah marah dan tersinggung, maka ia perlu belajar cara menghilangkan rasa kesal dan marah agar ia lebih bisa untuk mengendalikan emosinya dengan baik. Simak cara mengendalikan emosi diri berikut ini:

  • Harus memiliki sifat sabar di dalam dirinya Agar bisa mengendalikan emosi yang ada dalam diri kita dengan cara bersikap sabar, karena kesabaran mampu menenangkan dan mengontrol diri kita yang sedang marah. Sifat sabar juga akan membuat kita lebih bisa dalam menerima segala hal yang sulit untuk diterima.
  • Lebih bersikap lapang dada dalam menghadapi berbagai hal. Selain dengan cara menghadapi masalah dengan sabar kita juga harus bisa bersikap lapang dada dalam menerima segala hal baik maupun hal buruk yang menimpa kita. Jika kita bisa berlapang dada maka semua yang kita hadapi akan menjadi lebih mudah dan kita bisa terhindar dari stress.
  • Bersikap pemaaf pada kesalahan orang lain. Salah satu cara mengatasi amarah adalah dengan bisa memaafkan kesalahan orang lain yang telah membuat diri kita menjadi kesal. Sifap pemaaf juga akan membuat diri kita mampu untuk menjaga hubungan baik dengan siapa pun, selain itu sifat pemaaf juga merupakan sifat yang terpuji.
  • Belajar untuk bersikap tenang. Jangan panik dalam menghadapi berbagai masalah dan persoalan dengan siapa pun, Belajarlah untuk tidak panik dengan cara bersikap tenang dalam menghadapi dan menyelesaikan segalanya. Karena jika kita panik maka emosi pun juga akan beranjak naik.
  • Selalu berpikiran positif Agar emosi kita tidak mudah terpancing karena beragam hal yang akan terjadi, kita harus selalu berpikir positif dalam memandang dan menilai apa pun. Karena jika kita berpikiran negatif terus yang ada malah timbul kecurigaan yang akan membuat emosi kita naik.
  • Ingat akibat yang ditimbulkan jika bertindak karena menuruti emosi. Jangan lakukan apa pun dan bertindak semaunya hanya karena mengikuti emosi kita. Karena bisa menimbulkan dampak yang buruk karena kita bertindak tanpa memikirkan efek yang akan terjadi belakangan.
  • Lakukan hal yang bisa membuat diri menjadi rileks. Untuk bisa membuat diri kita rileks bisa dengan berjalan-jalan, mendengarkan musik, menonton film yang disukai dan sebagainya yang bisa membuat mood kita membaik. Hal ini akan membuat emosi kita mereda dan bisa membuat kita berpikir jernih setelahnya.
  • Hibur diri dengan hal yang menyenangkan dan disukai Jika sedang merasa emosi segera tinggalkan tempat dan hibur diri dengan hal-hal yang disukai dan menyenangkan. Hal ini akan membantu kita untuk melupakan masalah sejenak dan membuat pikiran kita lebih tenang. Dengan pikiran yang tenang kita akan bisa membuat keputusan dengan baik.
  • Lakukan intropeksi diri Kita harus mengintropeksi diri kita sendiri tentang segala sifat dan sikap kita yang tidak baik agar kita bisa menyadari kesalahan dan bisa melihat dampak buruk yang akibat perbuatan kita. Hal ini akan membantu kita untuk lebih bisa mengendalikan diri kita dan membuat kita lebih dewasa.
  • Segera selesaikan masalah yang menjadi penyebab emosi.Apapun masalah yang menghampiri kita harus kita selesaikan dengan segera dan dengan cara yang benar dan tepat. Tapi tidak dengan emosi, sebaiknya belajar cara meredam emosi dalam diri kita agar selanjutnya masalah bisa diatasi dengan baik.
  • Jangan pernah mengambil keputusan saat sedang emosi. Katakan tidak untuk membuat keputusan untuk mengikuti keinginan diri yang sedang emosi. Umumnya tindakan dan keputusan yang diambil karena emosi tidak akan baik dan hanya membuat kerugian dan penyesalan dikemudian hari.


Itulah cara mengendalikan emosi diri yang bisa membantu diri kita untuk mengendalikan emosi diri agar tidak meluap-luap yang malah berimbas pada orang lain. Semoga selanjutnya kita bisa mengontrol amarah dan emosi kita, dan tidak membiarkan orang lain terkena dampak dari amah kita. Sifat yang emosian juga akan membuat orang merasa enggan untuk dekat dengan kita.

(Iza@rena)FBTwitterWALinePinterestG+LinkedInx

Pembentukan Ahklak Mulia di SMPN 2 Kepanjen


MEMBENTUK MANUSIA YANG BERAKHLAK MULIA

(PELAKSANAAN PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMPN 2 KEPANJEN)

Pendidikan adalah serangkaian usaha yang dilakukan dengan sadar untuk meningkatkan kualitas peserta didik, baik secara jasmani maupun rohani. Usaha itu dilakukan secara terus menerus dan terarah menuju tercapainya tujuan yang diinginkan. Pendidikan karakter merupakan bagian terpenting dari proses perubahan yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik. Karakter adalah sikap, kebiasaan, perilaku atau akhlak yang melekat dalam diri manusia. Perubahan karakter yang diinginkan tentu adalah yang menuju kepada karakter positif atau akhlak mulia.


Kesadaran bahwa akhlak mulia sangat penting dalam menentukan kedudukan dan keberhasilan manusia dalam menjalani kehidupan ini, mendorong pemerintah mencanangkan program penguatan pendidikan karakter. Program ini harus terintegrasi dalam semua kegiatan yang ada di sekolah, baik kegiatan pembelajaran maupun kegiatan pengembangan diri. Pemerintah menargetkan terbentuknya lima karakter dasar dalam diri peserta didik untuk menghadapi kehidupan global agar bangsa kita tetap eksis dan tidak tertinggal. Karakter itu adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas.

Karakter religius ditunjukkan dengan sikap cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama lintas agama, anti bully dan kekerasan, serta tidak memaksakan kehendak. Nasionalis ditunjukkan dengan sikap apresiasi budaya bangsa, rela berkorban, unggul dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum dan disiplin. Mandiri ditunjukkan dengan sikap kerja keras, tangguh, memiliki daya juang, profesional, kreatif, berani dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Gotong royong ditunjukkan dengan sikap menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, solidaritas dan empati. Sedangkan integritas ditunjukkan dengan sikap jujur, cinta kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, adil dan tanggung jawab.

Dalam rangka tercapainya target penguatan pendidikan karakter, sekolah mengadakan program yang terintegrasi dalam kegiatan harian, mingguan, bulanan dan insidental/situasional.

1. KEGIATAN HARIAN

Diawali dengan kegiatan 3 S (salam, sapa dan salim) di gerbang sekolah untuk menanamkan sikap menghormati kepada guru serta melatih disiplin dalam pemakaian seragam dan atribut sekolah yang pasti diperhatikan dan disapa oleh bapak/ibu guru yang piket.

Kegiatan berlanjut dengan persiapan KBM ditandai dengan penutupan pintu gerbang. Bagi yang datang terlambat harus bertanggung jawab berdiri di luar gerbang sambil mengikuti kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bagi yang datang tidak terlambat, masuk kelas dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil berdiri sebagai usaha untuk menanamkan rasa cinta tanah air.

Kegiatan berikutnya membaca doa, yel yel, dan visi misi sekolah masih dalam posisi berdiri. Kegiatan ini di samping menanamkan kebiasaan beragama, juga mendidik untuk mencintai lingkungan sekolah dengan mengenal visi dan misi sekolah.


Top